planetita.com | Cerita tentang bisnis, inspirasi, dan motivasi

Jan/09

18

Keamanan Finansial versus Kebebasan Finansial

Minggu kemarin aku jalan-jalan ke Mall Lippo Cikarang.
Ternyata sedang ada diskon buku gede-gedean. Wah….kesempatan emas nih untuk hunting buku. Dan….nemulah aku buku Cashflow Quadran-nya Robert T. Kiyosaki yang kebetulan belum pernah kubaca.

Ada pelajaran menarik di buku itu yang membuatku tersadar apa yang sebenarnya ingin kucari. Selama ini didikan yang kita terima dari kecil adalah ” Sekolahlah yang rajin, jadilah anak pintar.” Menanjak SMU, dalam mata pelajaran PPKn selalu ada point-point yang intinya adalah tuntutlah ilmu setinggi mungkin agar pintar dan tidak dibodohi orang lain, setelah itu menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi tingkat pengangguran dan mengatasi masalah kemiskinan. Setelah kuliah, orientasi pun berubah menjadi belajarlah yang rajin, sepintar mungkin, IPK setinggi mungkin, setelah itu cari kerja di perusahaan yang besar, gaji yang besar, fasilitas memadai, posisi yang tinggi. Menciptakan lapangan kerja terasa seperti mimpi manis, seperti jauh di awang-awang karena tidak punya modal dan tidak tahu bagaimana cara memulainya. Akhirnya boro-boro memikirkan orang lain, yang terpikirkan adalah bagaimana memakmurkan diri sendiri dulu untuk balikin modal pendidikan kita, setelah itu kalau masih ada ruang yang tersisa baru memikirkan bagaimana caranya memikirkan kesejahteraan orang lain.

Tanpa disadari, sebagian besar orang sebenarnya tengah mencari keamanan finansial. Kita berpikir bahwa dengan pekerjaan yang bagus, gaji yang besar, posisi yang tinggi, berbagai tunjangan yang memadai termasuk tunjangan pensiun adalah cukup untuk membiayai hidup kita termasuk di masa tua nanti. Kita bersandar pada hal-hal tersebut yang menurut kita adalah hal yang aman untuk dilakukan. Kita tidak sadar bahwa dengan menyandarkan diri pada hal-hal tersebut, kita bergantung pada orang lain.

Padahal sebenarnya yang lebih bernilai adalah bukan keamanan finansial melainkan kebebasan finansial. Pada keamanan finansial, orang cenderung menjadi pekerja ataupun pekerja lepas yang harus terus bekerja untuk mendapatkan uang atau fasilitas-fasilitas yang menurut mereka aman. Andai mereka tidak bekerja, mereka tidak memperoleh penghasilan. Pada kondisi tidak bekerja, penghasilan yang telah mereka peroleh sebelumnya mungkin hanya cukup untuk membiayai hidupnya selama beberapa waktu saja. Lain halnya dengan orang yang telah mencapai kebebasan finansial, mereka tidak bekerja untuk uang. Yang terjadi adalah uang yang bekerja untuk mereka. Mereka tidak harus bekerja sepanjang hayatnya. Mereka bisa bepergian ke manapun mereka mau tanpa harus memikirkan akan kekurangan uang. Penghasilan yang telah mereka peroleh cukup untuk menghidupi mereka meskipun mereka tidak bekerja. Mereka punya banyak pilihan untuk melakukan berbagai hal yang mereka inginkan tanpa mengkhawatirkan keterbatasan sumber daya yang mereka miliki. Hal itu terjadi sekali lagi karena mereka tidak bekerja untuk uang melainkan uanglah yang bekerja untuk mereka.

Nah, sebenarnya mana yang paling enak kalau membaca uraian di atas? Keamanan finansial atau kebebasan finansial? Tentunya kebebasan finansial terdengar lebih menyenangkan.

Kenapa bisa ada keamanan finansial dan kebebasan finansial? Apa yang terjadi di dalamnya?

Hehe…bersambung ke posting berikutnya ya…sabar…sabar…

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

RSS Feed

1 Comment for Keamanan Finansial versus Kebebasan Finansial

apry | January 27, 2009 at 8:03 am

intinya tetep berusaha jangan tergantung pada orang lain…
maju terus pantang mundur,.,…..

Leave a comment!

« Senangnya…. Kerja di Rumah

Keamanan Finansial versus Kebebasan Finansial 2 »

Panduan Dasar Membuat Website

PDMW

Belajar Wordpress

Ebook wordpress

Theme Design by devolux.org