planetita.com | Cerita tentang bisnis, inspirasi, dan motivasi

Archive for January 2009

Jan/09

2

Bursa Calon Legislatif

Dari kemarin aku perhatikan di sepanjang jalan banyak banget poster-poster calon legislatif dari berbagai partai.  Sejujurnya mah nggak ada yang aku kenal meskipun mereka notabene mewakili daerahku. Iseng-iseng jadi kepikiran kenapa yah poster-poster mereka kok baru sekarang diboomingkan setelah waktunya mendekati hari pemilihan? Kan masyarakat tidak bisa tuh dipaksa mengingat-ingat sesuatu yang sebelumnya tidak dikenal secara instan.

Mungkin akan ada yang jawab, “Kan kena aturan kampanye tuh tentang masa-masa kampanye” atau ada juga yang akan jawab, “Maka dari itu dipasang poster di mana-mana, pasang iklan di mana-mana biar masyarakat kenal sama tokohnya”.

Kalau dipikir-pikir emangnya yang dikejar cuma diingat nama dan partainya saja? Bukankah akan lebih bertuah kalau masyarakat memilih seorang tokoh yang memang sudah jelas kiprahnya dikenal massa? Jadi kenapa tidak dimulai saja membangun image dari sekarang untuk pemilihan minimal 5 tahun ke depan, tentunya dengan cara berkiprah memberikan kontribusi nyata sehingga masyarakat benar-benar mengenal tokoh tersebut. Kalau sudah begitu sih tentunya masyarakat tidak akan ragu mau memilih siapa.

Saya sih cuma berharap semoga saja pembangunan image ini memang sedang benar-benar dilakukan demi kemajuan kita bersama, positive thinking aja.

(Iseng-iseng kepikiran, semoga bisa jadi pengingat bagi semuanya terutama bagi diriku sendiri untuk berkontribusi nyata demi kemajuan bersama)

No tags Hide

Jan/09

1

Rest In Peace : I Can’t

Cerita ini saya dapatkan ketika mengikuti training Lokakarya Pribadi Efektif yang dibawakan oleh Gloria Edukasindo. Ceritanya sederhana namun menyentuh, semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Begini ceritanya :

Di sebuah kelas sekolah dasar, seorang  guru menugaskan murid-muridnya untuk menuliskan hal-hal apa saja yang mereka anggap tidak bisa mereka lakukan. Ada yang menuliskan sepanjang selembar kertas, ada yang menuliskan 2 lembar kertas, dan ada juga yang sampai berlembar-lembar kertas.

Setelah selesai dengan tugas itu, Gurunya berkata,” Anak-anak, lipatlah kertas tugas kalian dan masukkan ke dalam kotak yang Ibu punya.” Setelah semua anak memasukkan kertas tugasnya ke dalam kotak tersebut, Ibu Guru itu kemudian menutup kotaknya dan mengajak murid-muridnya untuk mengikutinya.

Ibu guru itu pergi ke sebuah pojok di halaman dan menggali sebuah lubang. “Anak-anak, hari ini kita menghadiri pemakaman teman kita yaitu ‘Si Aku Tidak Bisa’. Hari ini dia meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun jangan khawatir karena ‘Si Aku Tidak Bisa’ ini memiliki saudara kembar yaitu ‘Si Aku Bisa’ dan ‘Si Aku Mau’. Mulai hari ini mereka berdua yang akan setia menemani kita.”

Hari demi hari berlalu seperti biasanya. Suatu hari ketika sedang mengerjakan suatu tugas seorang anak mengacungkan jarinya, “Ibu Guru, aku tidak bisa mengerjakan tugas ini.”

Jawab Ibu guru itu, “Nak, kamu lupa ya? ‘Si Aku Tidak Bisa’ sudah mati. Bukankah kamu juga menghadiri pemakamannya? Biarkanlah dia beristirahat dengan tenang untuk selama-lamanya. Tapi tenang saja, ‘Si Aku Bisa’ dan ‘Si Aku Mau’ tetap setia mendampingi kamu. Mereka tidak akan pernah meninggalkan kamu dan selalu siap membantu kamu.”

*****

Inti ceritanya adalah perasaan aku tidak bisa itu munculnya dari dalam diri kita sendiri. Begitu juga dengan perasaan aku bisa dan aku mau munculnya dari dalam diri kita juga. Adalah pilihan kita untuk memilih ke mana fokus kita apakah lebih memunculkan ‘Si Aku Tidak Bisa’ ataukah memilih untuk lebih menghidupkan ‘Si Aku Bisa’ dan ‘Si Aku Mau”.

No tags Hide

« Previous Page

Next Entries »

Panduan Dasar Membuat Website

PDMW

Belajar Wordpress

Ebook wordpress

Theme Design by devolux.org