Archive for February 2009
Menjelang Valentine kemarin, selintas terpikir untuk membuat kuesioner dalam rangka hari kasih sayang. Sasarannya adalah karyawan-karyawati di tempat aku bekerja. Iseng saja sih
ingin tahu bagaimana ya reaksi para profesional itu bila ditanya soal perasaan. Harapanku, semoga ini bisa jadi satu selingan di tengah rutinitas pekerjaan, rekreasi bagi otak kanan. Semoga saja semuanya diingatkan bahwa hidup tidak hanya berisi pekerjaan tapi juga ada orang-orang yang kita sayangi yang membutuhkan kita.
Hasil surveynya adalah :
Apa sih arti teman hidup untukmu?
Mayoritas menjawab arti teman hidup adalah teman untuk saling berbagi dalam suka dan duka, penyempurna hidup.
Seperti apa teman hidup yang diharapkan? Jawabannya sih sudah bisa diprediksi, semua deh hal-hal yang baik disebutin seperti setia, satu visi, bisa diajak berbagi dalam suka dan duka, bisa membuat saya merasa lengkap, ganteng/cantik, mapan dan lain sebagainya.
Susah tidak menyatakan rasa sayang kamu?
Sebanyak 46% menjawab “Tidak”.
Caranya ya tinggal bilang saja dan tunjukkan rasa sayang kita dengan perhatian-perhatian meskipun perhatian kecil, bila perlu kasih aja bunga deposito hehehe……
Sebanyak 54% menjawab “Susah” Sebabnya adalah karena malu, gengsi, grogi, takut ditolak, tidak berjiwa romantis, susah dipercaya karena tidak kelihatan serius
Di manakah tempat nge-date paling asyik?
Di rumah, tempat makan, di mana saja yang penting berdua, arena bermain,alam terbuka. Yang mengherankan, ada lho yang bilang kalau tempat favoritnya adalah semak belukar
. Emangnya mau motong semak-semak??? Hihihihi……..
Apa sih yang paling diharapkan sewaktu nge-date?
Mayoritas menjawab saling bercerita, sharing, saling mengenal, melakukan aktivitas bersama. Ada juga loh yang berharap bisa makan gratis hehehe…..
Demikian hasil survey terhadap 52 orang responden. Semoga saja kita selalu diingatkan bahwa kita punya orang-orang yang kita sayangi. Sudahkah kita menyatakan rasa sayang kita kepada mereka?
Selintas terpikir, manusia datang dan pergi. Generasi demi generasi silih berganti. Dalam satu periode saat ini, aku diberi kesempatan menghirup nafas di bumi. Jejak apakah yang kelak kutinggalkan sebagai pengingat bahwa aku sempat hadir di bumi?
Tak cukup selembar akte atau seberkas daftar riwayat hidup, karena siapa yang bersedia menyimpannya? Kertas tersimpan hanyalah selama sekian tahun, setelah itu dimusnahkan karena dianggap tak berguna. Hilang sudah jejaknya.
Jejak yang lebih nyata adalah karya unik yang otentik. Persembahan dari segenap kemampuan terbaik yang dimiliki seseorang.
Apresiasi yang paling tulus kupersembahkan pada mereka yang meninggalkan jejak tak hanya selembar kertas, tapi karya abadi yang diingat orang sepanjang masa. Karya di bidang ilmu pengetahuan, karya seni, segenap prestasi di bidang apapun.






