Ide menulis ini datang pada acara kumpul Kristal. Di acara itu ada satu session yang merupakan farewell-ku dengan anggota Kristal lainnya. Semua temanku mengungkapkan pesan dan kesannya untukku. Terima kasih ya teman-teman atas semua perhatiannya untukku, aku sangat terkesan.
Ada satu orang teman yang bilang katanya aku itu selalu menyapa dan tersenyum setiap bertemu dengannya. Mendengar itu aku tersenyum lagi karena kesan seperti itu sudah sering aku dengar dari teman-teman kuliahku juga teman-temanku semasa aku di Natura. Tapi ada satu hal dari ceritanya yang membuatku tersentuh. Dia bercerita tentang suatu pertemuan yang membuatnya tersentuh meskipun aku sendiri tidak menyadarinya. Waktu itu dia merasa super bete, pusing dengan kerjaan yang ga ada ujungnya, perasaan yang bercampur aduk antara pengen marah dan sebagainya, bad moodlah pokoknya mah. Eh, tiba-tiba ketemulah dia sama aku. Dan aku, dengan gayaku yang seperti biasa tetap menyapanya dan tersenyum. Terpikir olehnya, kok aku masih bisa ya tersenyum di penghujung hari? Emangnya kerjaanku ga banyak dan ga bikin pusing gitu? Tapi kayaknya sih ga mungkin juga deh. Kok bisa ya aku masih senyum?
Sebenarnya sih, aku ga punya rahasia. Menyapa dan tersenyum setiap bertemu dengan temanku sudah jadi kebiasaanku. Bagiku semua teman-temanku adalah anugerah yang berharga. Setiap pertemuan dengan temanku membuatku gembira, makanya aku tersenyum. Sesimpel itu sebenarnya
Berikanlah hadiah satu senyuman tulus kepada semua orang yang kita kenal agar turut mewarnai hari-harinya.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.







