planetita.com | Cerita tentang bisnis, inspirasi, dan motivasi

Archive for August 2009

Beberapa hari yang lalu, diriku sempat mampir ke blognya Mbak Dini Shanti. Buat yang belum tahu, Mbak Dini Shanti itu seorang pakar internet marketing, salah satu foundernya dBC-Network. Info mengenai dBC-Network dapat dilihat di sini : http://www.my-home-job.info.

Di blog itu, Mbak Dini membahas renungannya tentang kenapa inputnya sama tetapi outputnya belum tentu sama.

Mau tidak mau jadi kepikiran juga, iya yah walaupun inputnya sama, outputnya belum tentu sama. Di bisnisku di http://www.my-home-job.info juga begitu.
Inputnya sama untuk semuanya, join sama-sama hanya bermodalkan Rp 40 ribu, support sistemnya juga sama, mentornya juga sama, tapi kenapa outputnya bisa beda yah?

Jadi teringat beberapa komentar yang sering aku dengar.

Ada yang bilang, “Saya sibuk, nggak punya waktu”.
Tapi kenapa ya bisa ada orang seperti Mbak Yuli yang karyawan kantoran tapi berhasil juga jadi Gold Director di bisnis ini? Ada juga Mbak Yenny Agustin yang sama-sama kerja kantoran tapi berhasil juga tuh jadi Senior Manager di bisnis ini. Waktu yang dimiliki oleh semuanya sama kan ya, sama-sama 24 jam? Jadi, apa benar “waktu” itu yang jadi akar masalahnya?

Ada yang bilang, “Saya sibuk, soalnya punya anak kecil, nggak ada yang bantuin di rumah”.
Tapi kenapa ya bisa ada orang seperti Mbak Nizma yang punya anak balita, bahkan salah satunya masih bayi tapi sukses juga jadi Senior Manager? Kenapa juga bisa ada orang seperti Mbak Muna yang punya 2 anak balita, ga ada yang bantuin di rumah, tapi bisa sukses jadi Senior Manager? Oya, Mbak Yuli yang Gold Director itu juga punya anak yang masih balita, dan satu lagi masih bayi loh…Jadi mikir lagi, apa benar “punya anak kecil” ini yang jadi akar masalahnya?

Hush!!! Masa anak-anak dijadikan akar masalah? Nggak boleh itu!!! Anak-anak kan anugerah kan ya? Nggak pantes rasanya kalau menuduh “anak-anak” itu sebagai akar masalah. Yang pantes itu kalau “anak-anak” dijadikan sumber motivasi buat orang tuanya untuk bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Betul atau betul Bapak-bapak, Ibu-ibu?

Terus ada juga yang bilang, “Saya ga familier sama internet”.
Jadi inget sama salah seorang Directornya dBC-Network yang katanya awalnya ga familier sama internet tapi sekarang jadi jagoan gara-gara terus tanya upline-nya setiap kali menemukan step baru.
Jadi inget juga sama salah satu downlineku yang hebat. Dia sengaja datang ke tempatku, niat banget pengen diajari ngenet, terus tetep berkomunikasi sama aku ketika menemukan hal baru. Jadi mikir lagi, apa benar “ga familier sama internet” ini yang jadi akar masalahnya? Kayaknya bukan juga deh…

Ada juga yang bilang, “Saya jauh dari upline saya”.
Tapi kenapa ada Mbak Yenny Agustin dari Bali yang jadi Senior Manager padahal uplinenya ada di Manado, dan nenek upline-nya di Jakarta. Kayaknya bukan jarak juga deh yang jadi akar masalahnya.

Jadi apa donk yang jadi akar masalahnya? Kenapa dari input yang sama, outputnya belum tentu sama? Kalau pertanyaan-pertanyaan itu terus ditelusuri, saya yakin jawaban sebenarnya tersimpan di diri kita masing-masing. Kita yang tahu pasti kenapa kita tidak bergerak. Rasanya bukan masalah “kemampuan”, tapi menurutku sih lebih ke “kemauan”.

Terus nanti muncul lagi komentar, “Keadaanku kan tidak seperti mereka. Soalnya aku kan bla…bla….bla….”
Hihihihi….dibanding buang-buang energi nyari pembenaran diri tapi ga ada solusi, mendingan juga belajar yuuk sama pengalaman mereka-mereka yang sudah berhasil, siapa tahu strateginya bisa kita terapkan untuk keberhasilan kita.
Do whatever it takes when we need something!

Rasanya sih hal ini juga bisa diterapkan ya dalam kehidupan sehari-hari….

Udah dulu ah nulisnya, sukses selalu untuk kita semua!

Regards,
Tita
http://www.my-home-job.info

No tags Hide

Aug/09

5

Waktu…

Tiba-tiba teringat cerita dari salah seorang teman.

Katanya, “Jika kamu berada di suatu toko dan pemilik toko itu memberi kamu voucher sebanyak Rp 31.536.000 tanpa imbalan apapun serta boleh kamu habiskan, maka apa yang akan kamu lakukan?
Umumnya orang tentu berpikir untuk menggunakan voucher itu sebaik mungkin, entah itu berbelanja barang kebutuhan sehari-hari, entah itu berbelanja barang-barang penting lainnya, atau juga belanja barang-barang yang tidak terlalu penting. Pokoknya berusaha untuk menggunakan voucher itu sebaik mungkin, tidak akan dibiarkan 1 rupiah pun terbuang percuma. Betul kan? Betul-lah, namanya juga hadiah masa harus kita tolak? Hehe…

Sekarang, kalau ternyata 31.536.000 itu bukan uang tapi setiap detik waktu yang diberikan kepada kita dalam waktu satu tahun, apa yang akan kita lakukan?
Bukannya menggunakan waktu tersebut dengan sebaik mungkin, tapi kebanyakan kita malah cenderung membuangnya dengan percuma. Coba deh kita renungkan, berapa banyak waktu kita yang terbuang percuma untuk mengerjakan hal-hal yang tidak penting atau bahkan malah tidak mengerjakan apapun? Kenapa kita bisa menghargai uang dengan cara menggunakannya sebaik mungkin sedangkan waktu malah cenderung dibuang percuma?”

Sedikit tersentil hatiku mendengar cerita itu. Jadi merefleksi diri sendiri, sebaik apa yah diriku menggunakan waktu yang dihadiahkan kepadaku? Berapa banyak waktu yang telah kubiarkan hilang dengan percuma?

Mungkin memang banyak detik-detik waktu yang tanpa kusadari telah kubiarkan hilang begitu saja tanpa guna karena terlena, tapi itu sudah menjadi bagian dari masa lalu. Masa yang masih aku punya adalah masa sekarang dan harapan masa depan. Masa sekarang adalah kesempatan terbaik bagiku untuk melakukan berbagai hal yang aku mau, yang sekiranya berguna untuk diriku maupun untuk orang-orang di sekelilingku. Tidak terlambat jika kita berniat membenahi diri meski jalannya harus setapak demi setapak. Tidak terlambat jika kita mulai belajar menghargai sang waktu dari sekarang dengan melakukan sesuatu hal yang berguna, pasti hidup akan terasa jauh lebih bermakna.

Setiap detik adalah harapan baru bagi kita maupun bagi orang lain.

Regards,
Tita
http://www.my-home-job.info
memperoleh penghasilan dari rumah

No tags Hide

« Previous Entries

Next Page »

Panduan Dasar Membuat Website

PDMW

Belajar Wordpress

Ebook wordpress

Theme Design by devolux.org