Archive for October 2009
Ada Amrol versus Amris di Bulungan.
Hihihi….lucu deh menyaksikan perdebatan Amrol versus Amris.
Amrol punya Teh Mia, Directornya dBC-Network, sedangkan Amris punya Mbak Nadia, Diamond Director sekaligus founder dBC-Network.
Tahu tidak apa itu Amrol dan Amris?
Ouww…ternyata maksudnya American Risol.
Teh Mia keukeuh bilang itu Amrol, Mbak Nadia keukeuh bilang itu Amris.
Terus aku ikut siapa donk? Hihihi…aku mah ga ikut ke mana-mana ah, tapi kalau ada yang bawain risolnya siap untuk dimakan, baru aku ikut. Hihihihihi….
Walaupun berdebat tentang risol, jangan disangka mereka alih profesi jadi tukang jualan risol yaa hehehe…nggak kok, mereka tidak beralih profesi. Mereka tetep jadi Director dan Diamond Directornya Oriflame lewat group yang luar biasa dBC-Network. (Ketika menulis kalimat ini kok ada rasa bakal diprotes yaa…Teh Mia mungkin protes karena tidak mau tetep jadi Director aja, maunya next ada tambahan titel jadi Gold Director, Senior Gold Director, dst. Begitu pula Mbak Nad yang udah jadi Diamond Director, udah dapat New-CRV Gratis dari Oriflame, udah jalan-jalan ke Yunani mungkin protes juga karena next pengennya nambah titel juga jadi Senior Diamond Director dst. Hehehe..amin sajalah kalau diprotes mah, emang kenyataannya di Oriflame * partnernya http://www.my-home-job.info * banyak banget jenjang karirnya dengan bonus yang tentunya makin membesar hehehe…)
Terus kenapa ya kok tiba-tiba ngomongin risol?
Begini ceritanya….
Pada training tadi siang di Bulungan, seperti biasa pembukaan oleh Mbak Nurul, upline Directorku yang sedang kualifikasi Gold Director, terus ada presentasi Company Profile oleh Teh Lya, presentasi sistem bisnis oleh Mbak Muna, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Senior Manager & Up yang dipimpin langsung oleh Mbak Nadia.
Nah, di session diskusi itu ada yang bertanya mengenai media promosi yang efektif. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Teh Mia. Teh Mia menganalogikannya dengan risol. Katanya, risol yang saya punya bisa jadi sama seperti risol yang dimiliki oleh orang lain. Tapi gimana caranya agar orang membeli risol dari saya? Maka, kita dituntut untuk kreatif memberikan kemasan yang berbeda agar orang tertarik membeli dari saya. Bisa jadi kemasan fisiknya, bisa pula kemasan berupa bahasa promosinya. Bahasa yang datar seperti intonasi pembaca berita akan berbeda efeknya dengan bahasa yang di dalamnya terkandung sentuhan psikologis bagi pembeli. Teh Mia pun mencontohkan bahasa promo yang berbeda dan memang efek yang kami rasakan sebagai pendengar pun berbeda. Tambahan pelajaran niy
Ada lagi yang menarik dari wejangannya Mbak Nadia. Terkadang orang berhenti terlalu cepat karena merasa sudah melakukan segalanya namun merasa belum berhasil. Yang harus digaris bawahi adalah “segalanya” itu adalah berbeda ukurannya pada setiap orang. Ada yang merasa sudah melakukan “segalanya” padahal baru menginjak satu anak tangga. Ada juga yang merasa sudah melakukan “segalanya” ketika sudah meraih level puncak. Terserah pilihan kita mau pakai ukuran yang mana, yang jelas apa yang kita peroleh adalah sebanding dengan “segalanya” yang telah kita lakukan. Apa yang telah aku lakukan hari ini berarti belum “segalanya” bagi upline-uplineku Mbak Nurul maupun Mbak Nadia karena aku belum menyamai mereka. Soo…keep the spirit, lakukan dengan konsisten dan persisten, menapaki jalan-jalan yang pernah dilewati upline-upline tersayang, perluaslah makna “segalanya” dan suatu hari nanti pasti diriku bisa ada di tempat mereka sekarang berada. Amiinn!!!
Terima kasih buat leader-leader yang sudah mengisi training tadi siang : Mbak Nadia, Mbak Nurul, Pak Harpan, Teh Lya, Teh Mia, Mbak Muna, Mbak Dhea.
Buat Mbak Nadia : Pe-ernya tadi siang udah saya buat nih Mbak
Go Diamond!
Tita
yang senang punya bisnis online di http://www.my-home-job.info
yang senang ketemu partner baru di http://www.dbc-network.com/daftar.php?id=tita
yang senang nulis di blog http://planetita.com
yang senang dihubungi di YM : tita_mintarsih
Cloudy With A Chance of Meatballs.
Itu adalah salah satu judul film yang sekarang sedang banyak diputar di bioskop-bioskop. Filmnya adalah film kartun 3 dimensi.
Awalnya ketika melihat posternya di Plaza Blok M aku tidak tertarik untuk menonton, tapi ketika membaca resensinya di www.21cineplex.com aku berubah pikiran. Ceritanya bagus banget loh, banyak pesan moralnya, memberikan banyak inspirasi
Bagus banget kalau ditonton anak kecil juga ![]()
Maka, jadilah aku nonton hari Rabu di Setiabudi One.
Ceritanya ada seorang anak kecil bernama Flint Lockwood yang sangat menyukai berbagai hal yang berbau penemuan. Karena sifatnya yang sangat berbeda dengan anak-anak lain yang sebayanya, maka ia pun dikucilkan dan dianggap sebagai anak yang aneh. Apalagi ternyata berbagai penemuan yang dilakukannya belum berhasil bahkan nyaris menimbulkan bencana. Maka sedihlah Flint.
Di tengah kesedihannya, ibu Flint malah menghadiahkan jas lab untuk Flint. Ibunya percaya kalau suatu hari Flint pasti berhasil menemukan sesuatu. Kenapa harus sedih dikatakan “aneh”? Toh penemu kelas dunia pun seperti James Watt, Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Einstein pun dikatakan aneh oleh orang-orang di jamannya. Maka bersemangatlah Flint dan semakin tenggelam di laboratoriumnya yang canggih. Berbeda dengan ibunya, ayah Flint kurang mendukung keinginan Flint, dia ingin Flint membantunya di toko sarden.
Oya, ceritanya Flint tinggal di daerah yang dikelilingi lautan. Setiap hari penduduknya hanya makan ikan sarden karena hanya itu yang mereka punya. Sekilas seperti tidak ada harapan, tapi bagi Flint, Flint harus menciptakan harapan baru. Flint bercita-cita ingin bisa menciptakan mesin yang bisa mengubah molekul air menjadi makanan.
Suatu hari, Flint mencoba mesinnya itu. Mesinnya terbang ke angkasa dengan diiringi “bencana” bagi warga sekitarnya. Pergerakan mesin itu menghancurkan wahana wisata sarden. Maka, Flint pun dianggap pecundang oleh warga sekitarnya termasuk ayahnya sendiri. Teknologi Flint dianggap membawa bencana dan Flint diultimatum untuk tidak meneliti lagi.
Tapi ternyata, dari langit turun burger-burger, keripik kentang, dan berbagai makanan lain yang tidak pernah mereka nikmati sebelumnya. Maka senanglah penduduk, Flint dianggap sebagai pahlawan. Flint pun diminta untuk mengirimkan hujan berbagai makanan.
Permintaan pun dipenuhi hingga overloaded dan menimbulkan bencana. Sekali lagi Flint merasa sebagai pecundang. Ia membuang dirinya ke dalam tong sampah. Ia merasa tak ada bedanya dengan sampah. Jas labnya dibiarkan tergantung begitu saja. Pada saat seperti itu, ayahnya datang memberikan jas lab Flint. Kata ayahnya, “jika hari hujan, maka kenakanlah jas hujan”. Kata-kata ayahnya itu menyadarkan Flint bahwa tidak seharusnya dia berdiam diri meratapi rasa bersalahnya. Yang harus dia lakukan adalah mencari solusinya. Maka Flint pun bersemangat untuk menghentikan hujan makanan yang berlebihan.
Dalam menghentikan hujan makanan itu, Flint dibantu oleh seorang wanita bernama Sam. Sam itu cantik. Tapi ternyata, Sam di waktu kecil adalah seorang anak perempuan cerdas, kutu buku yang sangat tergila-gila mempelajari cuaca. Sama seperti Flint, Sam juga dijuluki anak aneh. Sayangnya Sam memilih untuk mengubah penampilan menjadi seperti anak kebanyakan dan menghentikan kegemarannya untuk mempelajari cuaca. Sam lebih memilih untuk menjadi seperti yang diinginkan orang lain dibandingkan menjadi dirinya sendiri. Sam membiarkan mimpinya dicuri oleh orang lain.
Tapi setelah bertemu Flint, Sam kembali ke jati dirinya semula dan berjuang bersama-sama menghentikan masalah itu.
Get the point kan? Pokoknya mah banyak banget deh hal yang bisa dipelajari. Banyak banget inspirasi yang bisa didapat dari film ini.
Rasanya akan lebih puas kalau nonton sendiri yaa…hehehehe……
Salam,
Tita
YM : tita_mintarsih@yahoo.com
http://www.my-home-job.info
http://planetita.com






