Cloudy With A Chance of Meatballs.
Itu adalah salah satu judul film yang sekarang sedang banyak diputar di bioskop-bioskop. Filmnya adalah film kartun 3 dimensi.
Awalnya ketika melihat posternya di Plaza Blok M aku tidak tertarik untuk menonton, tapi ketika membaca resensinya di www.21cineplex.com aku berubah pikiran. Ceritanya bagus banget loh, banyak pesan moralnya, memberikan banyak inspirasi
Bagus banget kalau ditonton anak kecil juga ![]()
Maka, jadilah aku nonton hari Rabu di Setiabudi One.
Ceritanya ada seorang anak kecil bernama Flint Lockwood yang sangat menyukai berbagai hal yang berbau penemuan. Karena sifatnya yang sangat berbeda dengan anak-anak lain yang sebayanya, maka ia pun dikucilkan dan dianggap sebagai anak yang aneh. Apalagi ternyata berbagai penemuan yang dilakukannya belum berhasil bahkan nyaris menimbulkan bencana. Maka sedihlah Flint.
Di tengah kesedihannya, ibu Flint malah menghadiahkan jas lab untuk Flint. Ibunya percaya kalau suatu hari Flint pasti berhasil menemukan sesuatu. Kenapa harus sedih dikatakan “aneh”? Toh penemu kelas dunia pun seperti James Watt, Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Einstein pun dikatakan aneh oleh orang-orang di jamannya. Maka bersemangatlah Flint dan semakin tenggelam di laboratoriumnya yang canggih. Berbeda dengan ibunya, ayah Flint kurang mendukung keinginan Flint, dia ingin Flint membantunya di toko sarden.
Oya, ceritanya Flint tinggal di daerah yang dikelilingi lautan. Setiap hari penduduknya hanya makan ikan sarden karena hanya itu yang mereka punya. Sekilas seperti tidak ada harapan, tapi bagi Flint, Flint harus menciptakan harapan baru. Flint bercita-cita ingin bisa menciptakan mesin yang bisa mengubah molekul air menjadi makanan.
Suatu hari, Flint mencoba mesinnya itu. Mesinnya terbang ke angkasa dengan diiringi “bencana” bagi warga sekitarnya. Pergerakan mesin itu menghancurkan wahana wisata sarden. Maka, Flint pun dianggap pecundang oleh warga sekitarnya termasuk ayahnya sendiri. Teknologi Flint dianggap membawa bencana dan Flint diultimatum untuk tidak meneliti lagi.
Tapi ternyata, dari langit turun burger-burger, keripik kentang, dan berbagai makanan lain yang tidak pernah mereka nikmati sebelumnya. Maka senanglah penduduk, Flint dianggap sebagai pahlawan. Flint pun diminta untuk mengirimkan hujan berbagai makanan.
Permintaan pun dipenuhi hingga overloaded dan menimbulkan bencana. Sekali lagi Flint merasa sebagai pecundang. Ia membuang dirinya ke dalam tong sampah. Ia merasa tak ada bedanya dengan sampah. Jas labnya dibiarkan tergantung begitu saja. Pada saat seperti itu, ayahnya datang memberikan jas lab Flint. Kata ayahnya, “jika hari hujan, maka kenakanlah jas hujan”. Kata-kata ayahnya itu menyadarkan Flint bahwa tidak seharusnya dia berdiam diri meratapi rasa bersalahnya. Yang harus dia lakukan adalah mencari solusinya. Maka Flint pun bersemangat untuk menghentikan hujan makanan yang berlebihan.
Dalam menghentikan hujan makanan itu, Flint dibantu oleh seorang wanita bernama Sam. Sam itu cantik. Tapi ternyata, Sam di waktu kecil adalah seorang anak perempuan cerdas, kutu buku yang sangat tergila-gila mempelajari cuaca. Sama seperti Flint, Sam juga dijuluki anak aneh. Sayangnya Sam memilih untuk mengubah penampilan menjadi seperti anak kebanyakan dan menghentikan kegemarannya untuk mempelajari cuaca. Sam lebih memilih untuk menjadi seperti yang diinginkan orang lain dibandingkan menjadi dirinya sendiri. Sam membiarkan mimpinya dicuri oleh orang lain.
Tapi setelah bertemu Flint, Sam kembali ke jati dirinya semula dan berjuang bersama-sama menghentikan masalah itu.
Get the point kan? Pokoknya mah banyak banget deh hal yang bisa dipelajari. Banyak banget inspirasi yang bisa didapat dari film ini.
Rasanya akan lebih puas kalau nonton sendiri yaa…hehehehe……
Salam,
Tita
YM : tita_mintarsih@yahoo.com
http://www.my-home-job.info
http://planetita.com
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.







