CAT | Inspirasi
Tiba-tiba teringat cerita dari salah seorang teman.
Katanya, “Jika kamu berada di suatu toko dan pemilik toko itu memberi kamu voucher sebanyak Rp 31.536.000 tanpa imbalan apapun serta boleh kamu habiskan, maka apa yang akan kamu lakukan?
Umumnya orang tentu berpikir untuk menggunakan voucher itu sebaik mungkin, entah itu berbelanja barang kebutuhan sehari-hari, entah itu berbelanja barang-barang penting lainnya, atau juga belanja barang-barang yang tidak terlalu penting. Pokoknya berusaha untuk menggunakan voucher itu sebaik mungkin, tidak akan dibiarkan 1 rupiah pun terbuang percuma. Betul kan? Betul-lah, namanya juga hadiah masa harus kita tolak? Hehe…
Sekarang, kalau ternyata 31.536.000 itu bukan uang tapi setiap detik waktu yang diberikan kepada kita dalam waktu satu tahun, apa yang akan kita lakukan?
Bukannya menggunakan waktu tersebut dengan sebaik mungkin, tapi kebanyakan kita malah cenderung membuangnya dengan percuma. Coba deh kita renungkan, berapa banyak waktu kita yang terbuang percuma untuk mengerjakan hal-hal yang tidak penting atau bahkan malah tidak mengerjakan apapun? Kenapa kita bisa menghargai uang dengan cara menggunakannya sebaik mungkin sedangkan waktu malah cenderung dibuang percuma?”
Sedikit tersentil hatiku mendengar cerita itu. Jadi merefleksi diri sendiri, sebaik apa yah diriku menggunakan waktu yang dihadiahkan kepadaku? Berapa banyak waktu yang telah kubiarkan hilang dengan percuma?
Mungkin memang banyak detik-detik waktu yang tanpa kusadari telah kubiarkan hilang begitu saja tanpa guna karena terlena, tapi itu sudah menjadi bagian dari masa lalu. Masa yang masih aku punya adalah masa sekarang dan harapan masa depan. Masa sekarang adalah kesempatan terbaik bagiku untuk melakukan berbagai hal yang aku mau, yang sekiranya berguna untuk diriku maupun untuk orang-orang di sekelilingku. Tidak terlambat jika kita berniat membenahi diri meski jalannya harus setapak demi setapak. Tidak terlambat jika kita mulai belajar menghargai sang waktu dari sekarang dengan melakukan sesuatu hal yang berguna, pasti hidup akan terasa jauh lebih bermakna.
Setiap detik adalah harapan baru bagi kita maupun bagi orang lain.
Regards,
Tita
http://www.my-home-job.info
memperoleh penghasilan dari rumah
Ide menulis ini datang pada acara kumpul Kristal. Di acara itu ada satu session yang merupakan farewell-ku dengan anggota Kristal lainnya. Semua temanku mengungkapkan pesan dan kesannya untukku. Terima kasih ya teman-teman atas semua perhatiannya untukku, aku sangat terkesan.
Ada satu orang teman yang bilang katanya aku itu selalu menyapa dan tersenyum setiap bertemu dengannya. Mendengar itu aku tersenyum lagi karena kesan seperti itu sudah sering aku dengar dari teman-teman kuliahku juga teman-temanku semasa aku di Natura. Tapi ada satu hal dari ceritanya yang membuatku tersentuh. Dia bercerita tentang suatu pertemuan yang membuatnya tersentuh meskipun aku sendiri tidak menyadarinya. Waktu itu dia merasa super bete, pusing dengan kerjaan yang ga ada ujungnya, perasaan yang bercampur aduk antara pengen marah dan sebagainya, bad moodlah pokoknya mah. Eh, tiba-tiba ketemulah dia sama aku. Dan aku, dengan gayaku yang seperti biasa tetap menyapanya dan tersenyum. Terpikir olehnya, kok aku masih bisa ya tersenyum di penghujung hari? Emangnya kerjaanku ga banyak dan ga bikin pusing gitu? Tapi kayaknya sih ga mungkin juga deh. Kok bisa ya aku masih senyum?
Sebenarnya sih, aku ga punya rahasia. Menyapa dan tersenyum setiap bertemu dengan temanku sudah jadi kebiasaanku. Bagiku semua teman-temanku adalah anugerah yang berharga. Setiap pertemuan dengan temanku membuatku gembira, makanya aku tersenyum. Sesimpel itu sebenarnya
Berikanlah hadiah satu senyuman tulus kepada semua orang yang kita kenal agar turut mewarnai hari-harinya.






